Kalau selama ini kamu mengandalkan media sosial untuk promosi, mungkin pernah kepikiran satu hal:
“Perlu nggak sih punya website atau blog?”
Jawabannya, tidak semua bisnis harus langsung punya website yang rumit.
Tapi kalau kamu ingin membangun kehadiran digital dalam jangka panjang, website atau blog bisa menjadi salah satu aset yang cukup penting.
Media sosial bagus untuk mendatangkan perhatian. Sementara website atau blog bisa menjadi tempat untuk menyimpan informasi yang lebih lengkap dan mudah ditemukan kembali.
Nah, di hari ke-9 belajar digital marketing ini, kita akan membahas cara sederhana memahami dan memulai website atau blog.
Apa Itu Website dan Blog?
Secara sederhana, website adalah tempat yang bisa digunakan untuk menyajikan informasi di internet.
Di dalamnya bisa terdapat halaman tentang bisnis, produk, layanan, kontak, portofolio, maupun artikel.
Sementara blog lebih banyak digunakan untuk menerbitkan tulisan atau konten secara rutin.
Misalnya kamu memiliki bisnis jual motor.
Website bisa digunakan untuk menampilkan:
- Profil bisnis
- Produk atau layanan
- Informasi kontak
- Lokasi
- FAQ
- Promo
- Testimoni
Sedangkan blog bisa digunakan untuk membuat artikel seperti:
- Tips merawat motor
- Cara memilih motor untuk pemula
- Perbedaan jenis motor
- Panduan servis
- Informasi teknologi kendaraan
Keduanya sebenarnya bisa digunakan bersamaan.
Kenapa Website atau Blog Penting dalam Digital Marketing?
Salah satu alasan utamanya adalah kamu memiliki tempat sendiri untuk menyimpan informasi.
Media sosial sangat berguna, tetapi kontennya bergerak cepat.
Postingan yang dibuat hari ini bisa saja sulit ditemukan beberapa minggu atau bulan kemudian.
Berbeda dengan artikel blog.
Artikel yang dibuat dengan baik berpotensi ditemukan orang melalui mesin pencari ketika mereka sedang membutuhkan informasi.
Misalnya seseorang mengetik:
“Cara merawat motor matic agar awet.”
Kalau kamu memiliki artikel yang membahas topik tersebut, ada peluang artikelmu ditemukan oleh orang tersebut.
Dari sini, blog bisa menjadi salah satu bagian dari strategi mendatangkan pengunjung secara organik.
Website Bukan Cuma untuk Perusahaan Besar
Masih banyak yang menganggap website hanya diperlukan oleh perusahaan besar.
Padahal sekarang website atau blog juga bisa digunakan oleh:
- Freelancer
- Content creator
- UMKM
- Sales
- Blogger
- Pemilik toko online
- Komunitas
- Konsultan
- Personal brand
Bahkan seorang sales bisa memanfaatkan blog untuk membangun reputasi.
Misalnya kamu seorang sales otomotif.
Daripada hanya membuat konten:
“Ada promo motor terbaru!”
Kamu juga bisa membuat artikel edukasi seperti:
“Cara Memilih Motor untuk Kebutuhan Harian.”
Konten seperti ini terasa lebih membantu karena tidak langsung mengajak orang membeli.
Ketika pembaca merasa terbantu, kepercayaan terhadap pembuat konten juga bisa ikut terbentuk.
Contoh Penerapan Sederhana
Bayangkan kamu memiliki usaha kecil yang menjual produk makanan.
Media sosial digunakan untuk membuat konten singkat.
Misalnya:
“3 alasan kenapa pelanggan suka produk ini.”
Kemudian kamu membuat artikel blog:
“Panduan Memilih Camilan untuk Teman Ngopi di Rumah.”
Di dalam artikel tersebut kamu memberikan informasi yang bermanfaat.
Kalau relevan, produkmu bisa disebut sebagai salah satu contoh.
Alurnya menjadi sederhana:
Media sosial → orang tertarik → masuk ke blog → membaca informasi → mengenal bisnis → menghubungi atau membeli jika membutuhkan.
Tidak semua orang akan langsung membeli.
Dan memang tidak harus begitu.
Digital marketing lebih baik dilihat sebagai proses membangun perhatian, kepercayaan, dan hubungan dengan calon pelanggan.
Mulai dari Blog Gratis atau Website Sendiri?
Untuk pemula, kamu tidak harus langsung mengeluarkan banyak biaya.
Ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.
1. Blog Gratis
Platform blog gratis cocok untuk belajar membuat konten dan memahami cara kerja blog.
Kelebihannya:
- Mudah digunakan
- Tidak membutuhkan kemampuan teknis tinggi
- Biaya awal rendah atau gratis
- Cocok untuk latihan menulis
2. Website dengan Domain Sendiri
Kalau ingin membangun brand dengan lebih serius, kamu bisa mempertimbangkan domain sendiri.
Contohnya:
namabisnis.com
Domain membuat alamat website terlihat lebih profesional dan lebih mudah diingat.
Biasanya kamu juga perlu mempertimbangkan hosting dan pengelolaan teknis lainnya.
3. Website Sederhana untuk Personal Brand
Kalau kamu seorang freelancer, sales, kreator, atau profesional, website tidak perlu rumit.
Cukup berisi:
- Tentang saya
- Keahlian
- Portofolio
- Artikel
- Kontak
Yang penting informasinya jelas dan mudah digunakan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Membuat website memang tidak terlalu sulit.
Yang sering menjadi masalah justru apa yang dilakukan setelah website selesai dibuat.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
1. Terlalu fokus pada tampilan
Website terlihat keren, tetapi informasinya sulit ditemukan.
2. Membuat artikel tanpa tujuan
Banyak artikel diterbitkan, tetapi tidak menjawab kebutuhan pembaca.
3. Terlalu sering jualan
Setiap artikel berisi promosi sehingga pembaca merasa sedang melihat iklan terus-menerus.
4. Tidak memperbarui informasi
Harga, kontak, alamat, atau informasi lain sudah berubah tetapi masih menggunakan data lama.
5. Mengabaikan pengguna smartphone
Padahal banyak orang mengakses internet melalui HP.
Website harus nyaman dibaca di layar kecil.
Tips Praktis Membuat Website atau Blog untuk Pemula
Kalau baru mulai, jangan membuat semuanya sekaligus.
Coba lakukan secara bertahap.
Tentukan topik utama
Pilih satu tema yang ingin kamu bangun.
Contohnya:
- Digital marketing
- Otomotif
- Teknologi
- Keuangan
- Hobi
- Kuliner
- Personal branding
Buat beberapa artikel dasar
Mulailah dengan artikel yang benar-benar menjawab pertanyaan pembaca.
Tidak perlu mengejar jumlah.
Lebih baik membuat artikel yang jelas dan bermanfaat.
Gunakan judul yang mudah dipahami
Hindari judul yang terlalu rumit.
Contohnya:
“Cara Membuat Blog untuk Pemula”
lebih mudah dipahami daripada judul yang terlalu teknis.
Perhatikan tampilan mobile
Pastikan teks tidak terlalu kecil.
Gunakan paragraf pendek, subjudul, bullet point, dan gambar yang relevan.
Hubungkan dengan media sosial
Setelah artikel dibuat, bagikan ke media sosial.
Dengan begitu, media sosial dan blog bisa saling mendukung.
Website atau Blog Itu Investasi Konten
Membangun website atau blog tidak selalu memberikan hasil instan.
Kamu mungkin membuat artikel hari ini dan belum mendapatkan banyak pengunjung.
Itu normal.
Blog lebih cocok dipandang sebagai aset konten jangka panjang.
Semakin banyak konten berkualitas yang kamu buat, semakin banyak pula informasi yang tersedia untuk calon pembaca.
Yang penting bukan sekadar “punya website”, tetapi bagaimana website tersebut memberikan manfaat.
Kalau orang datang ke website karena mendapatkan jawaban atas masalahnya, berarti website tersebut sudah menjalankan salah satu fungsi penting dalam digital marketing.
Penutup
Website atau blog bukan pengganti media sosial.
Keduanya justru bisa saling melengkapi.
Media sosial membantu menarik perhatian dan membangun interaksi.
Sementara website atau blog bisa menjadi tempat untuk menyimpan informasi yang lebih lengkap dan membangun aset konten dalam jangka panjang.
Kalau kamu baru belajar digital marketing, tidak perlu langsung membuat website yang rumit.
Mulai sederhana, pilih satu topik, buat konten yang bermanfaat, lalu konsisten.
Dan kalau kamu ingin memahami digital marketing dari dasar sampai lebih lengkap, lanjutkan membaca artikel pilar tentang 26 Hari Jago Digital Marketing agar setiap langkahnya bisa kamu pelajari secara bertahap.



No comments:
Post a Comment