Kalau kamu baru mulai belajar marketing, mungkin pernah kepikiran:
“Digital marketing sama marketing konvensional itu bedanya di mana sih?”
Soalnya kelihatannya sama-sama promosi.
Sama-sama jualan.
Sama-sama pengen produk dikenal orang.
Tapi di balik itu, cara kerja dan pendekatannya beda jauh.
Di artikel ini, kita bahas Perbedaan Digital Marketing dan Marketing Konvensional dengan bahasa santai, jelas, dan cocok banget buat pemula.
Digital Marketing dan Marketing Konvensional: Gambaran Umum
Secara sederhana:
-
Marketing konvensional → promosi lewat media offline
-
Digital marketing → promosi lewat media online dan internet
Walaupun tujuannya sama, cara mainnya beda.
Penjelasan Utama: Apa Bedanya?
Marketing Konvensional
Marketing konvensional adalah metode pemasaran yang sudah dipakai sejak lama, sebelum internet jadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
-
Iklan koran dan majalah
-
Spanduk, baliho, banner
-
Brosur dan pamflet
-
Iklan radio dan televisi
-
Sales yang datang langsung ke calon konsumen
Semua aktivitas ini dilakukan tanpa internet.
Digital Marketing
Digital marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet.
Contohnya:
-
Media sosial (Instagram, TikTok, Facebook)
-
Website dan blog
-
Google Ads
-
Email marketing
-
WhatsApp marketing
-
Marketplace
Promosi bisa dilakukan dari HP, laptop, bahkan sambil rebahan.
Kenapa Perbedaan Ini Penting?
Memahami perbedaan digital marketing dan marketing konvensional itu penting karena:
-
Bisa menentukan strategi yang tepat
-
Tidak buang-buang budget
-
Lebih paham cara menjangkau target pasar
-
Cocok untuk bisnis kecil dan pemula
Apalagi sekarang, perilaku konsumen sudah banyak pindah ke online.
Perbedaan Digital Marketing dan Marketing Konvensional Secara Praktis
1. Media Promosi
Marketing Konvensional:
-
Media cetak
-
Media fisik
-
Media elektronik tradisional
Digital Marketing:
-
Media sosial
-
Website
-
Email
-
Mesin pencari
Digital marketing lebih fleksibel dan jangkauannya luas.
2. Biaya
Marketing Konvensional:
-
Biaya cenderung besar
-
Sekali cetak atau pasang iklan, biaya tidak bisa diatur fleksibel
Digital Marketing:
-
Bisa mulai dari nol
-
Budget iklan bisa diatur harian
-
Cocok untuk UMKM dan pemula
3. Target Audiens
Marketing Konvensional:
-
Target masih umum
-
Susah menyasar orang yang benar-benar butuh
Digital Marketing:
-
Target bisa spesifik
-
Bisa diatur berdasarkan usia, lokasi, minat, dan kebiasaan
Ini bikin promosi jadi lebih tepat sasaran.
4. Interaksi
Marketing Konvensional:
-
Komunikasi satu arah
-
Konsumen hanya melihat iklan
Digital Marketing:
-
Komunikasi dua arah
-
Konsumen bisa komentar, chat, atau share
Brand terasa lebih dekat dengan audiens.
5. Pengukuran Hasil
Marketing Konvensional:
-
Hasil sulit diukur
-
Tidak tahu iklan mana yang efektif
Digital Marketing:
-
Semua bisa diukur
-
Data real-time
-
Mudah dievaluasi
Ini penting buat belajar dan berkembang.
Contoh Penerapan Sederhana
Misalnya kamu jualan makanan rumahan.
Cara Konvensional:
-
Sebar brosur
-
Pasang banner
-
Promosi dari mulut ke mulut
Cara Digital:
-
Posting di media sosial
-
Share ke WhatsApp
-
Buat konten sederhana
Digital marketing lebih praktis dan cepat kelihatan hasilnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan pemula saat membandingkan dua metode ini:
-
Mengira digital marketing itu ribet
-
Takut teknologi
-
Fokus jualan tanpa edukasi
-
Tidak konsisten
Padahal semua bisa dipelajari pelan-pelan.
Tips Praktis untuk Pemula
-
Mulai dari satu platform
-
Pelajari dasar dulu
-
Fokus ke konten yang bermanfaat
-
Jangan langsung kejar jualan
-
Evaluasi secara rutin
Yang penting jalan dulu.
Penutup
Sekarang kamu sudah paham Perbedaan Digital Marketing dan Marketing Konvensional.
Singkatnya:
-
Marketing konvensional → offline
-
Digital marketing → online, fleksibel, dan terukur
Kalau kamu masih benar-benar pemula, sebaiknya pahami dulu konsep dasarnya secara menyeluruh sebelum belajar strategi yang lebih teknis.

Comments
Post a Comment