Banyak orang semangat membuat akun media sosial atau blog. Semangat di hari pertama luar biasa. Posting setiap hari, mencoba berbagai ide, bahkan mengikuti tren yang sedang viral.
Namun, setelah beberapa minggu, semangat itu mulai hilang.
Alasannya sederhana.
Mereka tidak tahu sebenarnya akun itu dibuat untuk apa.
Kalau tujuan belum jelas, kita akan mudah bingung. Hari ini ingin jadi konten edukasi, besok ikut tren joget, lusa jualan, minggu depan ganti niche lagi.
Kalau ingin membangun akun yang suatu hari bisa menghasilkan uang, langkah pertama bukan soal followers atau viral.
Tapi soal tujuan.
Kenapa Tujuan Akun Itu Penting?
Bayangkan kamu naik kendaraan tanpa tujuan.
Kamu memang bergerak.
Tapi tidak tahu mau berhenti di mana.
Begitu juga akun media sosial.
Kalau tujuan tidak jelas, semua konten terasa asal posting.
Sebaliknya, akun yang memiliki tujuan biasanya lebih konsisten karena setiap konten memiliki arah yang sama.
Tujuan juga membantu menentukan:
- Jenis konten yang dibuat.
- Siapa target audiensnya.
- Cara berbicara kepada pengikut.
- Produk atau layanan yang nantinya bisa ditawarkan.
Inilah fondasi akun yang siap berkembang.
Jenis Tujuan yang Bisa Dipilih
Tidak semua akun harus langsung berjualan.
Ada banyak tujuan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
1. Membangun Personal Branding
Kalau ingin dikenal sebagai ahli atau seseorang yang memiliki pengalaman di bidang tertentu, fokuslah membangun kepercayaan.
Misalnya:
- Guru berbagi tips mengajar.
- Sales berbagi pengalaman bertemu pelanggan.
- Mekanik berbagi tips perawatan motor.
- Freelancer berbagi proses kerja.
Orang akan mengenal siapa kamu sebelum membeli apa pun darimu.
2. Mendapatkan Penghasilan dari Konten
Ada juga yang memang ingin menghasilkan uang dari platform.
Misalnya melalui:
- Program monetisasi.
- Affiliate marketing.
- Endorsement.
- Iklan.
- Sponsor.
Kalau tujuan ini dipilih, maka konsistensi membuat konten menjadi sangat penting.
3. Mendukung Bisnis
Media sosial bisa menjadi etalase bisnis.
Kontennya tidak selalu promosi.
Bisa berupa:
- Edukasi.
- Testimoni.
- Behind the scene.
- Tips penggunaan produk.
- Cerita pelanggan.
Cara ini membuat calon pembeli lebih percaya.
4. Berbagi Hobi
Tidak semua akun harus mengejar uang.
Ada yang memang ingin berbagi karena hobi.
Contohnya:
- Memasak.
- Berkebun.
- Memancing.
- Touring motor.
- Fotografi.
- Membaca buku.
Menariknya, banyak akun yang awalnya hanya berbagi hobi justru berkembang menjadi sumber penghasilan.
Tujuan Boleh Lebih dari Satu
Banyak orang berpikir harus memilih satu tujuan saja.
Padahal tidak selalu begitu.
Misalnya:
Awalnya ingin berbagi pengalaman bekerja sebagai sales.
Lama-kelamaan mulai dikenal banyak orang.
Kemudian membuka kelas online.
Lalu mendapatkan kerja sama dari berbagai brand.
Semuanya berkembang secara alami.
Yang penting, tujuan utamanya tetap jelas sehingga arah kontennya tidak berubah-ubah setiap minggu.
Contoh Sederhana Menentukan Tujuan Akun
Misalkan ada seseorang bernama Andi.
Andi bekerja sebagai teknisi AC.
Kalau tidak punya tujuan, mungkin hari ini upload makanan.
Besok upload sepak bola.
Lusa upload video lucu.
Akun memang ramai, tetapi orang tidak tahu sebenarnya Andi ahli di bidang apa.
Sekarang bandingkan jika Andi menentukan tujuan.
Tujuan: Menjadi teknisi AC yang dikenal di kotanya.
Konten yang dibuat:
- Tips merawat AC.
- Penyebab AC tidak dingin.
- Kesalahan saat mencuci AC.
- Alat kerja teknisi.
- Cerita pengalaman di lapangan.
Beberapa bulan kemudian, ketika orang membutuhkan jasa servis AC, nama Andi lebih mudah diingat.
Inilah manfaat memiliki tujuan yang jelas.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Saat baru membuat akun, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi.
Terlalu sering ganti niche
Baru seminggu membahas bisnis.
Besok pindah ke game.
Lalu pindah lagi ke motivasi.
Audiens akhirnya bingung.
Hanya mengejar viral
Konten viral memang menyenangkan.
Tetapi kalau tidak sesuai tujuan akun, manfaat jangka panjangnya kecil.
Followers datang.
Namun mereka belum tentu tertarik dengan isi akun secara keseluruhan.
Meniru Orang Lain Sepenuhnya
Belajar dari kreator lain itu bagus.
Tetapi jangan kehilangan identitas sendiri.
Setiap orang punya pengalaman yang berbeda.
Justru pengalaman pribadi itulah yang membuat akun lebih menarik.
Tidak Menentukan Target Audiens
Konten untuk pelajar tentu berbeda dengan konten untuk pebisnis.
Kalau semua orang ingin dijadikan target, biasanya tidak ada yang benar-benar merasa kontennya dibuat khusus untuk mereka.
Tips Menentukan Tujuan Akun
Kalau masih bingung, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
- Saya ingin dikenal sebagai siapa?
- Siapa yang ingin saya bantu?
- Topik apa yang bisa saya bahas dalam jangka panjang?
- Apakah saya ingin menjual sesuatu di masa depan?
- Masalah apa yang bisa saya bantu selesaikan?
Jawaban dari pertanyaan ini bisa menjadi kompas dalam membuat konten.
Tidak harus sempurna.
Yang penting punya arah.
Tujuan juga boleh berubah seiring waktu, tetapi jangan terlalu sering berganti hanya karena melihat akun lain sedang viral.
Penutup
Akun yang berhasil dimonetisasi biasanya bukan akun yang paling cepat viral.
Melainkan akun yang tahu ingin dibawa ke mana.
Sebelum memikirkan jumlah followers, jumlah view, atau penghasilan, tentukan dulu tujuan membuat akun.
Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah menentukan niche, membuat konten yang konsisten, dan membangun audiens yang tepat.
Karena perjalanan menuju akun yang siap menghasilkan bukan dimulai dari algoritma, melainkan dari arah yang jelas.
Rekomendasi Artikel Pilar
Setelah memahami pentingnya menentukan tujuan akun, lanjutkan dengan membaca artikel pilar "26 Hari Akun Siap Monetisasi" untuk mempelajari langkah-langkah berikutnya dalam membangun akun yang konsisten, berkembang, dan siap menghasilkan.



No comments:
Post a Comment