Hari 4 — Takut Ditolak? Semua Sales Pernah Mengalaminya

 

Kalau ada satu hal yang hampir selalu dirasakan oleh orang yang baru belajar menjadi sales, jawabannya adalah takut ditolak.

Takut chat tidak dibalas.

Takut telepon dimatikan.

Takut orang bilang, "Nggak, terima kasih."

Bahkan kadang sebelum mencoba pun, kita sudah membayangkan penolakan yang belum tentu terjadi.

Percaya atau tidak, hampir semua sales pernah ada di titik itu.

Aku juga.

Dan mungkin sampai sekarang pun, rasa itu kadang masih muncul.

Bedanya, sekarang aku tahu bahwa ditolak bukan berarti gagal.


Kenapa Kita Takut Ditolak?

Sebenarnya yang kita takutkan bukan kata "tidak".

Yang kita takutkan adalah perasaan setelah mendengarnya.

Kita merasa:

  • Tidak cukup pintar.
  • Tidak cukup meyakinkan.
  • Tidak cukup baik.
  • Takut dianggap mengganggu.

Padahal belum tentu orang menolak karena kita.

Bisa jadi memang belum butuh.

Belum punya uang.

Sudah punya produk yang sama.

Atau memang sedang tidak ingin membeli apa pun.

Penolakan sering kali bukan tentang kita sebagai pribadi.


Semua Sales Pernah Ditolak

Kalau kamu mengira sales yang hebat tidak pernah ditolak, kamu salah.

Justru semakin lama seseorang menjadi sales, biasanya semakin banyak penolakannya.

Kenapa?

Karena mereka lebih sering mencoba.

Kalau hari ini kamu menawarkan ke lima orang lalu tiga menolak, itu hal biasa.

Kalau bulan depan kamu menawarkan ke seratus orang, mungkin lima puluh juga menolak.

Bukan karena kamu semakin buruk.

Tapi karena kamu semakin aktif.

Penolakan adalah bagian dari proses.


Penolakan Bukan Akhir Cerita

Dulu aku mengira satu penolakan berarti kesempatan sudah habis.

Ternyata tidak.

Ada orang yang menolak hari ini, lalu membeli beberapa bulan kemudian.

Ada yang awalnya cuek, tetapi akhirnya menghubungi kita lebih dulu.

Ada juga yang tidak membeli, tetapi merekomendasikan kita kepada temannya.

Kalau setelah ditolak kita tetap bersikap baik, orang akan mengingat cara kita memperlakukan mereka.

Kadang yang mereka beli bukan hanya produknya.

Tetapi juga rasa nyaman saat berkomunikasi.


Contoh Sederhana

Bayangkan dua sales datang menawarkan produk.

Sales pertama langsung memaksa.

Saat ditolak, wajahnya berubah dan terlihat kecewa.

Sales kedua tersenyum.

Mengucapkan terima kasih.

Lalu berkata,

"Kalau suatu saat Bapak atau Ibu membutuhkan informasi, saya siap membantu."

Menurutmu, siapa yang lebih mungkin diingat?

Sering kali bukan yang paling pintar menjelaskan.

Tetapi yang paling menghargai keputusan calon pelanggan.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Sales Baru

Karena takut ditolak, banyak sales akhirnya melakukan hal-hal seperti:

  • Tidak jadi menghubungi calon pelanggan.
  • Menunggu pelanggan datang sendiri.
  • Terlalu lama berpikir sebelum mengirim chat.
  • Menghapus pesan berkali-kali karena takut salah.
  • Berhenti setelah satu kali penolakan.

Padahal kemampuan berbicara dengan orang baru hanya bisa berkembang kalau sering dipraktikkan.

Semakin sering mencoba, rasa takut biasanya akan berkurang dengan sendirinya.


Cara Menghadapi Rasa Takut Ditolak

Ada beberapa hal sederhana yang cukup membantu.

1. Jangan Menganggap Semua Orang Harus Membeli

Target kita bukan membuat semua orang membeli.

Target kita adalah membantu orang yang memang membutuhkan.

Dengan pola pikir seperti ini, tekanan akan jauh berkurang.

2. Fokus pada Proses

Daripada berpikir,

"Harus closing hari ini."

Coba ubah menjadi,

"Hari ini aku akan berbicara dengan lima orang."

Kalau prosesnya konsisten, hasil biasanya mengikuti.

3. Pisahkan Penolakan dengan Harga Diri

Orang menolak penawaranmu.

Bukan menolak dirimu sebagai manusia.

Dua hal itu berbeda.

4. Jadikan Penolakan Sebagai Pelajaran

Kalau ditolak, jangan langsung menyerah.

Coba evaluasi.

  • Apakah cara menyapaku sudah tepat?
  • Apakah waktunya kurang pas?
  • Apakah aku terlalu cepat menawarkan produk?

Sedikit demi sedikit, kemampuanmu akan berkembang.


Catatan

Menjadi sales bukan soal selalu berhasil.

Tetapi soal tetap berani mencoba meski pernah gagal.

Semua sales pernah mendengar kata "tidak."

Yang membedakan adalah bagaimana mereka menyikapinya.

Ada yang berhenti.

Ada yang belajar.

Dan biasanya, yang terus belajar akan menemukan jalannya sendiri.


Penutup

Kalau hari ini kamu masih takut ditolak, tenang saja.

Kamu tidak sendirian.

Hampir semua sales pernah merasakan hal yang sama.

Jangan biarkan satu penolakan menghentikan langkahmu.

Karena bisa jadi, satu kata "tidak" hari ini sedang membawamu menuju banyak kata "ya" di masa depan.

Kalau kamu ingin memahami perjalanan menjadi sales dari nol secara lebih lengkap, jangan lewatkan artikel pilar "26 Hari Jadi Sales: Belajar dari Nol Menjadi Sales yang Dipercaya". Di sana, kamu akan menemukan rangkaian pengalaman dan pelajaran yang saling terhubung dari hari pertama hingga seterusnya.


Baca juga :

Hari 1 — Kenapa Aku Memilih Menjadi Sales?
Hari 2 — Banyak Orang Salah Paham Tentang Sales
Hari 3 — Jualan Itu Bukan Memaksa
Hari 5 — Rahasia Sales Hebat: Lebih Banyak Mendengar daripada Bicara
Hari 6 — Jangan Langsung Menawarkan Produk

0 comments