Pernah nggak sih kamu baca konten yang rasanya kayak lagi diajak ngobrol, bukan lagi “dijualin”?
Kalau iya, besar kemungkinan konten itu pakai storytelling.
Dalam content marketing, storytelling bukan soal bikin cerita lebay atau drama berlebihan. Intinya adalah cara menyampaikan pesan supaya audiens betah membaca, paham isinya, dan pelan-pelan percaya sama brand kamu.
Kabar baiknya, storytelling itu bisa dipelajari siapa saja, termasuk pemula.
Apa Itu Storytelling dalam Content Marketing?
Storytelling dalam content marketing adalah teknik menyampaikan pesan brand lewat cerita yang relevan dengan audiens, bukan lewat promosi langsung.
Cerita yang dimaksud bisa berupa:
-
Pengalaman pribadi
-
Masalah sehari-hari
-
Kisah pelanggan
-
Proses di balik layar
-
Perjalanan sebelum menemukan solusi
Fokusnya bukan jualan, tapi membangun hubungan.
Ketika audiens merasa relate, kepercayaan akan muncul dengan sendirinya.
Kenapa Storytelling Penting dalam Content Marketing?
Banyak konten bertebaran di internet, tapi cuma sedikit yang benar-benar diingat. Di sinilah storytelling punya peran besar.
Alasan storytelling penting:
-
Membangun kepercayaan secara natural
-
Membuat brand terasa lebih manusiawi
-
Pesan lebih mudah dipahami dan diingat
-
Cocok untuk strategi jangka panjang
Content marketing tanpa storytelling biasanya terasa kaku dan cepat dilupakan.
Contoh Penerapan Storytelling Sederhana
Bandingkan dua contoh ini.
Tanpa storytelling:
Produk ini membantu meningkatkan performa kerja harian.
Dengan storytelling:
Dulu saya sering ngerasa capek seharian tapi hasil kerja nggak kelihatan. Dari situ saya mulai cari cara biar kerja lebih teratur.
Pesannya mirip, tapi yang kedua terasa lebih dekat dan nyata.
Storytelling nggak harus panjang. Yang penting:
-
Jujur
-
Relevan
-
Mudah dipahami
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pakai Storytelling
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula:
-
Cerita terlalu panjang dan keluar topik
-
Terlalu fokus jualan di akhir cerita
-
Cerita bagus tapi nggak relevan dengan audiens
-
Terlalu dibuat-buat biar terlihat keren
Storytelling yang efektif itu sederhana dan fokus, bukan ribet.
Tips Praktis Storytelling yang Efektif untuk Pemula
Kalau masih bingung mulai dari mana, coba pola ini:
-
Mulai dari masalah yang sering dialami audiens
-
Ceritakan situasinya secara singkat
-
Tunjukkan perubahan atau pelajaran
-
Sisipkan pesan utama, bukan promosi
Tips tambahan:
-
Gunakan bahasa sehari-hari
-
Paragraf pendek
-
Jangan sok ahli
-
Anggap lagi cerita ke teman sendiri
Kalau bacanya terasa ngalir, berarti storytelling kamu sudah jalan.
Penutup
Storytelling dalam content marketing yang efektif bukan soal jago nulis cerita, tapi soal paham audiens dan membangun kepercayaan.
Kalau kamu konsisten menyampaikan pesan lewat cerita yang relevan, audiens akan datang, bertahan, dan percaya dengan sendirinya.
Biar makin paham peran storytelling dalam strategi besar content marketing, sebaiknya kamu lanjut baca artikel pilarnya.

Comments
Post a Comment