Kalau kamu baru mulai belajar digital marketing, pasti pernah ngerasa bingung.
SEO, social media, email marketing, ads… kok banyak banget sih?
Tenang, kamu nggak sendirian.
Artikel ini bakal bantu kamu mengenal jenis-jenis digital marketing dan fungsinya dengan bahasa santai, tanpa istilah ribet, dan cocok buat pemula.
Kita bahas satu per satu biar kamu tahu:
-
Apa saja jenisnya
-
Fungsinya buat bisnis atau personal brand
-
Kapan sebaiknya dipakai
Apa Saja Jenis-Jenis Digital Marketing?
Secara umum, digital marketing itu adalah semua aktivitas pemasaran yang dilakukan lewat media digital.
Nah, di dalamnya ada beberapa jenis utama yang sering dipakai, antara lain:
-
SEO (Search Engine Optimization)
-
Content Marketing
-
Social Media Marketing
-
Email Marketing
-
Paid Ads (Iklan Berbayar)
-
Affiliate & Influencer Marketing
Masing-masing punya fungsi berbeda, tapi bisa saling melengkapi.
Kenapa Penting Mengenal Jenis Digital Marketing?
Banyak pemula langsung fokus jualan, tapi nggak paham strateginya.
Akibatnya:
-
Sudah capek bikin konten, tapi nggak ada hasil
-
Sudah pasang iklan, tapi boncos
-
Sudah posting tiap hari, tapi sepi interaksi
Dengan mengenal jenis-jenis digital marketing, kamu bisa:
-
Pilih strategi yang sesuai tujuan
-
Nggak buang waktu dan biaya
-
Bangun aset jangka panjang
Intinya, kamu jadi lebih terarah.
1. SEO (Search Engine Optimization)
SEO adalah teknik supaya website atau blog kamu muncul di hasil pencarian Google.
Fungsinya:
-
Mendatangkan pengunjung gratis dari Google
-
Cocok untuk jangka panjang
-
Bangun kepercayaan lewat artikel informatif
Contohnya:
Kalau orang cari “belajar digital marketing untuk pemula” dan artikel kamu muncul di halaman pertama, itu hasil dari SEO.
SEO cocok buat:
-
Blog
-
Website bisnis
-
Personal brand
2. Content Marketing
Content marketing fokus pada pembuatan konten yang bermanfaat, bukan langsung jualan.
Bentuknya bisa:
-
Artikel blog
-
Video
-
Carousel Instagram
-
Podcast
-
E-book
Fungsinya:
-
Edukasi audiens
-
Bangun kepercayaan
-
Bikin orang kenal brand kamu
Biasanya, content marketing jadi fondasi sebelum masuk ke iklan atau penjualan.
3. Social Media Marketing
Ini jenis digital marketing yang paling sering dipakai pemula.
Platformnya seperti:
-
Instagram
-
TikTok
-
Facebook
-
X (Twitter)
-
LinkedIn
Fungsinya:
-
Bangun interaksi dengan audiens
-
Branding
-
Traffic ke website atau WhatsApp
Social media cocok buat:
-
Bisnis kecil
-
UMKM
-
Personal brand
-
Content creator
4. Email Marketing
Email marketing sering dianggap kuno, padahal masih sangat efektif.
Fungsinya:
-
Menjaga hubungan dengan audiens
-
Follow-up calon pembeli
-
Promosi tanpa tergantung algoritma
Contohnya:
-
Email tips mingguan
-
Promo khusus subscriber
-
Edukasi bertahap
Email marketing biasanya dipakai setelah kamu punya audiens yang loyal.
5. Paid Ads (Iklan Berbayar)
Paid ads adalah strategi digital marketing dengan cara bayar iklan.
Platform yang sering dipakai:
-
Google Ads
-
Facebook Ads
-
Instagram Ads
-
TikTok Ads
Fungsinya:
-
Hasil cepat
-
Menjangkau target spesifik
-
Cocok untuk promosi dan penjualan
Tapi ingat, ads tanpa strategi bisa bikin rugi.
Makanya, penting paham dasar digital marketing dulu sebelum pasang iklan.
6. Affiliate & Influencer Marketing
Jenis ini memanfaatkan orang lain untuk bantu promosi.
Affiliate marketing:
-
Orang lain promosi produk kamu
-
Mereka dapat komisi dari penjualan
Influencer marketing:
-
Kerja sama dengan influencer
-
Fokus ke exposure dan kepercayaan audiens
Fungsinya:
-
Menjangkau audiens baru
-
Bangun trust lebih cepat
Contoh Penerapan Digital Marketing Sederhana
Misalnya kamu punya blog edukasi digital marketing:
-
SEO → artikel muncul di Google
-
Content marketing → artikel & carousel edukatif
-
Social media → share konten ke Instagram & TikTok
-
Email marketing → kirim tips lanjutan
-
Ads → boost konten yang performanya bagus
Nggak harus pakai semua sekaligus. Mulai dari yang paling sanggup dulu.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Pemula sering melakukan hal ini:
-
Ingin cepat hasil tanpa proses
-
Fokus jualan tanpa edukasi
-
Ikut-ikutan tren tanpa paham tujuan
-
Pakai semua platform sekaligus
Padahal, digital marketing itu soal konsistensi dan strategi.
Tips Praktis untuk Pemula
Biar nggak bingung, ini tips ringannya:
-
Mulai dari satu channel dulu
-
Fokus ke konten edukatif
-
Pelajari dasar sebelum iklan
-
Ukur hasil, jangan asal posting
-
Sabar, hasil nggak instan
Pelan-pelan tapi konsisten jauh lebih efektif.
Penutup
Sekarang kamu sudah lebih paham jenis-jenis digital marketing dan fungsinya.
Langkah selanjutnya adalah memahami konsep dasarnya secara menyeluruh.
Kalau kamu masih pemula dan ingin memahami digital marketing dari nol, sebaiknya lanjut baca artikel pilar “Apa Itu Digital Marketing? Panduan Lengkap untuk Pemula” supaya pondasinya makin kuat.

Comments
Post a Comment