Skip to main content

Kesalahan Fatal Pemula dalam Digital Marketing

 

Kalau kamu baru terjun ke digital marketing, satu hal yang perlu kamu tahu: salah itu wajar, tapi salah fatal itu bikin capek sendiri.

Banyak pemula semangat di awal, tapi berhenti di tengah jalan karena merasa digital marketing “nggak jalan-jalan”. Padahal, sering kali masalahnya bukan di tools atau platform, tapi di kesalahan dasar yang nggak disadari.

Di artikel ini, kita bahas kesalahan fatal pemula dalam digital marketing dengan bahasa santai, tanpa ribet, dan cocok banget buat kamu yang baru mulai.


Kesalahan Digital Marketing yang Paling Sering Dilakukan Pemula

Digital marketing itu luas. Tapi justru karena luas, pemula sering lompat-lompat tanpa pondasi yang jelas.

Beberapa kesalahan ini kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar kalau dibiarkan.


Kenapa Kesalahan Ini Bisa Jadi Masalah Besar?

Karena digital marketing itu proses, bukan sulap.

Kalau dari awal sudah salah arah:

  • Waktu kebuang

  • Tenaga habis

  • Budget boncos

  • Mental drop

Yang lebih bahaya, kamu bisa menyimpulkan “digital marketing nggak cocok buat saya”, padahal caranya saja yang keliru.


Contoh Kesalahan Fatal Pemula dalam Digital Marketing

1. Langsung Jualan Tanpa Bangun Kepercayaan

Ini kesalahan klasik.

Baru bikin akun:

  • Post pertama: jualan

  • Post kedua: promo

  • Post ketiga: diskon

Masalahnya, orang belum kenal kamu siapa.

Di dunia digital:

  • Orang beli karena percaya

  • Percaya datang dari konten yang bermanfaat

Tanpa edukasi atau value, jualanmu akan terasa seperti spam.


2. Tidak Punya Target Audiens yang Jelas

Banyak pemula berpikir:

“Yang penting semua orang lihat.”

Padahal, konten untuk:

  • Anak muda

  • Ibu-ibu

  • Pebisnis

  • Pelajar

Itu beda semua cara ngomongnya.

Tanpa target audiens:

  • Konten jadi nggak nyambung

  • Engagement sepi

  • Sulit konversi


3. Ikut Semua Platform Sekaligus

Instagram iya.
TikTok iya.
Facebook iya.
YouTube juga iya.

Akhirnya?

  • Capek sendiri

  • Konten asal jadi

  • Nggak konsisten

Padahal lebih efektif:

  • Fokus 1–2 platform dulu

  • Kuasai ritmenya

  • Baru ekspansi


4. Tidak Paham Tujuan Konten

Pemula sering bikin konten cuma karena:

  • “Lagi tren”

  • “Katanya bagus”

  • “Orang lain pakai ini”

Tanpa tujuan yang jelas:

  • Konten nggak terarah

  • Sulit evaluasi

  • Nggak tahu mana yang berhasil

Minimal, kamu harus tahu:

  • Konten ini buat edukasi?

  • Branding?

  • Traffic?

  • Penjualan?


5. Terlalu Fokus Angka, Lupa Proses

Baru posting 3 hari:

  • Followers masih dikit

  • View belum naik

  • Langsung nyerah

Padahal:

  • Akun besar juga mulai dari nol

  • Algoritma butuh waktu

  • Konsistensi itu kunci

Digital marketing bukan sprint, tapi marathon.


Kesalahan Teknis yang Sering Dianggap Sepele

Selain kesalahan konsep, ada juga kesalahan teknis yang sering diremehkan.

Contohnya:

  • Caption asal-asalan

  • Judul tidak menarik

  • Tidak pakai CTA

  • Visual buram

  • Copy paste konten tanpa adaptasi

Hal kecil, tapi dampaknya besar untuk performa konten.


Tips Praktis Menghindari Kesalahan Fatal Digital Marketing

Biar kamu nggak jatuh ke lubang yang sama, ini beberapa tips ringan tapi penting.

Mulai dari Dasar Dulu

Pahami:

  • Apa itu digital marketing

  • Channel yang ada

  • Fungsi masing-masing

Tanpa ini, kamu cuma nebak-nebak.


Tentukan Target Audiens Sejak Awal

Tanya ke diri sendiri:

  • Siapa yang mau kamu bantu?

  • Masalah apa yang mereka punya?

  • Bahasa apa yang mereka pakai?

Jawaban ini akan menentukan arah kontenmu.


Fokus ke Value, Bukan Langsung Jualan

Coba pola sederhana:

  • Edukasi

  • Cerita

  • Solusi

  • Baru tawarkan produk/jasa

Orang lebih suka dibantu dulu, baru membeli.


Konsisten dengan Ritme yang Realistis

Nggak perlu posting tiap hari kalau nggak sanggup.

Lebih baik:

  • 3x seminggu tapi konsisten

  • Daripada tiap hari tapi cuma seminggu


Evaluasi, Jangan Asal Lanjut

Perhatikan:

  • Konten mana yang paling respon

  • Topik apa yang disukai

  • Format apa yang efektif

Dari situ, kamu bisa perbaiki strategi pelan-pelan.


Penutup

Kesalahan fatal pemula dalam digital marketing itu sebenarnya bisa dihindari kalau kita mau belajar dari dasar.

Nggak perlu langsung jago.
Yang penting:

  • Paham konsep

  • Konsisten

  • Mau evaluasi

Kalau kamu masih bingung dan ingin benar-benar paham dari nol, sebaiknya baca dulu artikel Apa Itu Digital Marketing? Panduan Lengkap untuk Pemula supaya punya gambaran utuh sebelum praktik.

Comments

Popular posts from this blog

cara menggunakan Drag and Drop

Drag & Drop adalah Istilah yang menggambarkan kegiatan memilih suatu obyek dan memindahkannya ke lokasi baru. Yaitu dengan menekan tombol sebelah kiri mouse/laptop (drag), kemudian meletakkan obyek tersebut ke lokasi yang sudah ditentukan (drop). Pada komputer khususnya pada system OM windows Fungsi Drag (Tarik) Drop ternyata mempunyai fungsi yang lebih, namun bagi para newbi yang masih benar -benar harus belajar ketika menjalankan komputer atau laptop barunya belum semuanya mengerti. Layaknya sebuah shortcut kadang sangat diperlukan yaitu untuk mempercepat sebuah tindakan dan tentunya kita tidak akan melakukan langkah panjang untuk setiap ingin memakai aplikasi yang dikehendaki, dalam hal ini bisa diartikan sama seperti fungsi utama drag & drop. Sebenarnya artikel ini sudah berhubungan dengan artikel saya yang lalu-lalu namun akan saya coba fokuskan disini. Fungsi Drag (Tarik) & Drop (Letakan) pada komputer Yang Mungkin Masih Jarang di Ketahui : 1. Membuat Shortcut...

Penggunaan Each us Every

In English grammar we often encounter the same word, have the same meaning but different usage. Therefore from this time I will share a few words in the intent. Each and Every  Each and every word is used to denote the singular number of a noun in English. Each and every followed by singular count nouns (singular nouns that can be counted) is not a plural noun or a noun that can not be calculated. The first use of the word Each  (masing-masing) In the use of this word we can distinguish by two methods For a small number for two things That is, in the use of  Each word is used for the number of small or small nouns. But explains more than two things e.g :  - there are four books on the table, each book is a different colour - in football match, each team has 11 players Every (sering) This word is a single word. So in use you should use a single verb This word is used with two methods: for a large number  ...

curhat sama DeepSeek | kegalauan dalam membangun tim yang solid

mungkin ini sebagai catatan saya pribadi yang merasa galau dalam mengembangkan tim yang solid. jadi iseng iseng coba curhat dengan AI DeepSeek yang baru aja di lounching dan sempat viral di berbagai platform media sosial. kira-kira seperti ini yang ku tanya  "belakangan ini aku lagi galau tentang gimana sih membangun tim yg solid" dan ini jawaban yang diberikan oleh AI tersebut Wah, bro, topik yang berat tapi keren nih! Membangun tim yang solid emang butuh effort dan strategi yang tepat. Ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu lo: Komunikasi Terbuka: Pastiin semua anggota tim bisa nyaman buat ngomong dan berpendapat. Komunikasi yang jujur dan transparan bikin trust antaranggota tim makin kuat. Tujuan yang Jelas: Pastiin semua orang ngerti tujuan tim dan apa yang mau dicapai. Kalau semua sejalan, kerja jadi lebih fokus dan terarah. Roles and Responsibilities: Kasih tugas yang jelas ke masing-masing anggota sesuai kemampuan mereka. Jadi, nggak ada yang merasa kebanyaka...