Pernah ngerasa konten sudah rajin update, tapi responsnya masih sepi?
Bisa jadi masalahnya bukan di kualitas konten, tapi di target audiens yang belum jelas.
Dalam content marketing, salah menentukan audiens itu bikin konten terasa “nggak nyambung”. Akhirnya, pembaca datang sebentar lalu pergi. Nah, di artikel ini kita bahas cara menentukan target audiens dengan cara yang simpel dan mudah dipahami, khususnya buat pemula.
Apa Itu Target Audiens dalam Content Marketing?
Target audiens adalah kelompok orang tertentu yang ingin kamu jangkau lewat konten.
Bukan semua orang, tapi orang-orang yang:
-
Punya masalah yang spesifik
-
Sedang mencari solusi
-
Relevan dengan topik kontenmu
Contoh:
-
Blog content marketing → pemilik usaha & blogger
-
Konten parenting → orang tua muda
-
Konten motor → pengguna motor harian
Semakin jelas target audiensnya, semakin tepat arah kontenmu.
Kenapa Menentukan Target Audiens Itu Penting?
Target audiens adalah fondasi content marketing. Tanpa ini, konten jadi asal jalan.
Manfaat target audiens yang jelas:
-
Konten terasa lebih relevan
-
Bahasa lebih nyambung ke pembaca
-
Mudah membangun kepercayaan
-
Audiens lebih betah dan loyal
Content marketing bukan soal viral, tapi soal hubungan jangka panjang.
Cara Menentukan Target Audiens dalam Content Marketing
1. Tentukan Topik Utama Konten
Mulai dari pertanyaan sederhana:
Konten ini membahas apa?
Misalnya:
-
Edukasi content marketing
-
Tips membangun audiens
-
Strategi branding online
Topik ini otomatis menyaring siapa audiens utamanya.
2. Kenali Masalah Audiens
Orang membaca konten karena punya masalah.
Coba pikirkan:
-
Masalah apa yang sering mereka alami?
-
Mereka bingung di bagian mana?
-
Informasi apa yang sering dicari?
Contoh masalah:
-
Konten sudah rutin tapi nggak punya audiens
-
Bingung cara membangun kepercayaan lewat konten
-
Nggak tahu mulai content marketing dari mana
3. Tentukan Profil Dasar Audiens
Nggak perlu ribet, cukup gambaran kasar:
-
Usia
-
Tingkat pengetahuan
-
Tujuan utama mereka
Contoh:
Pemilik usaha kecil dan blogger pemula yang ingin membangun audiens secara konsisten lewat konten.
Profil ini akan jadi kompas saat bikin konten.
4. Sesuaikan Gaya Bahasa
Target audiens pemula biasanya:
-
Suka bahasa santai
-
Butuh contoh sederhana
-
Nggak nyaman istilah teknis berlebihan
Kalau targetmu profesional, gaya bahasanya bisa lebih to the point dan teknis.
Contoh Penerapan Menentukan Target Audiens
Contoh kasus blog content marketing:
❌ Target audiens terlalu umum
Semua orang yang ingin belajar content marketing
✔ Target audiens lebih fokus
Pemilik usaha kecil yang ingin membangun kepercayaan lewat konten
Hasilnya:
-
Topik lebih terarah
-
Konten terasa relevan
-
Audiens lebih mudah berkembang
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum:
-
Menargetkan semua orang
-
Ikut tren tanpa melihat audiens
-
Fokus algoritma, lupa pembaca
-
Gonta-ganti target audiens
Ingat, content marketing itu soal manusia, bukan cuma angka.
Tips Praktis Menentukan Target Audiens
Biar lebih ringan, coba tips ini:
-
Bayangkan satu orang saat menulis
-
Perhatikan pertanyaan di kolom komentar
-
Cek konten mana yang paling banyak dibaca
-
Konsisten dengan satu target audiens dulu
Lebih baik kecil tapi jelas, daripada besar tapi nggak fokus.
Penutup
Menentukan target audiens adalah langkah awal untuk membangun audiens dan kepercayaan lewat content marketing. Kalau kamu tahu siapa yang kamu bantu, konten akan terasa lebih hidup dan bermakna.
Kalau kamu ingin memahami strategi content marketing secara utuh, mulai dari membangun audiens sampai kepercayaan jangka panjang, lanjutkan ke artikel pilar berikut.





Comments
Post a Comment