Jago Digital Marketing | Hari 7: Menentukan Tujuan Digital Marketing


Banyak orang semangat belajar digital marketing. Sudah membuat akun media sosial, mencoba iklan, bahkan mulai membuat konten setiap hari.

Sayangnya, ada satu hal yang sering terlewat.

Tujuannya apa?

Kalau tidak tahu tujuan sejak awal, kita akan mudah bingung. Hari ini fokus membuat konten, besok ikut tren, lusa mencoba iklan. Semua dilakukan, tetapi hasilnya sulit diukur.

Karena itu, sebelum belajar teknik yang lebih rumit, kita perlu memahami cara menentukan tujuan digital marketing.


Kenapa Harus Menentukan Tujuan Digital Marketing?

Digital marketing bukan sekadar aktif di media sosial.

Semua aktivitas yang kita lakukan seharusnya memiliki arah yang jelas.

Misalnya:

  • Ingin memperkenalkan merek.
  • Ingin mendapatkan pelanggan baru.
  • Ingin meningkatkan penjualan.
  • Ingin mengumpulkan nomor WhatsApp calon pelanggan.
  • Ingin membuat pelanggan lama kembali membeli.

Kalau tujuannya jelas, kita akan lebih mudah menentukan strategi yang tepat.

Sebaliknya, tanpa tujuan yang jelas, kita hanya sibuk membuat konten tanpa tahu apakah konten tersebut benar-benar berhasil.


Jenis Tujuan dalam Digital Marketing

Setiap bisnis memiliki tujuan yang berbeda.

Berikut beberapa tujuan yang paling umum.

1. Brand Awareness

Tujuannya agar semakin banyak orang mengenal bisnis atau produk kita.

Biasanya fokus pada:

  • Jangkauan (Reach)
  • Tayangan (Impression)
  • Followers
  • View video

Cocok untuk bisnis yang masih baru.


2. Mendatangkan Traffic

Kadang yang dibutuhkan bukan langsung penjualan, tetapi mengajak orang mengunjungi website atau toko online.

Indikatornya antara lain:

  • Klik website
  • Pengunjung blog
  • Klik katalog produk

3. Menghasilkan Leads

Lead adalah calon pelanggan yang sudah menunjukkan minat.

Misalnya mereka:

  • Menghubungi WhatsApp
  • Mengisi formulir
  • Mengirim DM
  • Mendaftar newsletter

Semakin banyak lead berkualitas, semakin besar peluang terjadinya penjualan.


4. Meningkatkan Penjualan

Ini adalah tujuan yang paling sering dipilih.

Namun perlu diingat, penjualan biasanya merupakan hasil dari proses yang cukup panjang.

Orang mengenal produk terlebih dahulu, mulai percaya, lalu akhirnya membeli.


5. Membangun Loyalitas Pelanggan

Digital marketing juga bisa digunakan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan lama.

Misalnya melalui:

  • Konten edukasi
  • Promo khusus pelanggan
  • Email marketing
  • Grup komunitas
  • Program loyalitas

Sering kali biaya mempertahankan pelanggan lebih murah dibanding mencari pelanggan baru.


Contoh Penerapan Sederhana

Bayangkan ada dua penjual kopi.

Penjual pertama membuat konten setiap hari tanpa tujuan.

Hari ini upload resep.

Besok upload promo.

Lusa upload meme.

Minggu depan upload video random.

Kontennya banyak, tetapi tidak ada arah.

Sementara penjual kedua memiliki target yang jelas.

Bulan pertama ingin dikenal masyarakat sekitar.

Maka ia fokus membuat video tentang proses pembuatan kopi, suasana kedai, dan testimoni pelanggan.

Bulan kedua ingin meningkatkan kunjungan.

Ia mulai memberikan promo khusus untuk pelanggan baru.

Karena memiliki tujuan yang jelas, setiap konten yang dibuat memiliki fungsi.

Inilah perbedaan antara sekadar aktif di media sosial dan menjalankan digital marketing.


Kesalahan yang Sering Dilakukan

Pemula sering melakukan beberapa kesalahan berikut.

Mengikuti Semua Tren

Tidak semua tren cocok untuk bisnis.

Pilih tren yang mendukung tujuan bisnis.


Fokus pada Followers

Followers memang menyenangkan.

Namun belum tentu menghasilkan pelanggan.

Bisnis kecil dengan 2.000 followers bisa lebih banyak penjualannya dibanding akun dengan 100 ribu followers.


Tidak Mengukur Hasil

Banyak orang membuat konten terus-menerus tanpa melihat data.

Padahal setiap platform menyediakan statistik yang bisa dipelajari.

Lihat mana konten yang berhasil.

Pelajari alasannya.

Kemudian ulangi strategi tersebut.


Tujuan Terlalu Umum

Contoh tujuan yang kurang tepat:

"Saya ingin sukses."

Lebih baik gunakan tujuan yang spesifik.

Misalnya:

  • Mendapatkan 30 chat WhatsApp dalam satu bulan.
  • Menambah 500 pengunjung website.
  • Mendapatkan 100 pelanggan baru.

Target seperti ini jauh lebih mudah diukur.


Tips Praktis Menentukan Tujuan Digital Marketing

Kalau masih bingung, gunakan langkah sederhana berikut.

  1. Tentukan hasil yang ingin dicapai.
  2. Pilih satu tujuan utama terlebih dahulu.
  3. Buat target yang bisa diukur.
  4. Tentukan batas waktu.
  5. Evaluasi hasil setiap minggu atau setiap bulan.

Tidak perlu memiliki banyak target sekaligus.

Satu tujuan yang jelas jauh lebih baik daripada lima tujuan yang membingungkan.


Penutup

Digital marketing bukan tentang membuat konten sebanyak mungkin.

Yang lebih penting adalah mengetahui kenapa kita membuat konten tersebut.

Saat tujuan sudah jelas, kita akan lebih mudah memilih platform, menentukan jenis konten, mengatur anggaran, hingga mengevaluasi hasilnya.

Jadi, sebelum mempelajari strategi yang lebih kompleks, pastikan tujuan digital marketing Anda sudah benar-benar jelas.


Rekomendasi Artikel Pilar

Agar pemahamanmu tentang strategi pemasaran online semakin lengkap, jangan lewatkan artikel pilar "Jago Digital Marketing: Panduan Lengkap Belajar Digital Marketing dari Nol untuk Pemula" yang membahas seluruh materi secara bertahap.

No comments:

Post a Comment