Jago Digital Marketing | Hari 3 : Mengenal Customer Journey



Kalau kamu pernah melihat iklan sebuah produk, lalu beberapa hari kemudian mencari ulasannya di Google, setelah itu baru memutuskan membeli, berarti kamu baru saja melewati sebuah Customer Journey.

Banyak orang mengira pelanggan langsung membeli setelah melihat iklan. Padahal kenyataannya, sebagian besar orang membutuhkan waktu untuk mengenal, mempertimbangkan, hingga akhirnya yakin membeli.

Memahami Customer Journey adalah salah satu dasar penting dalam digital marketing. Dengan memahaminya, kita bisa membuat konten yang tepat di waktu yang tepat.


Apa Itu Customer Journey?

Customer Journey adalah perjalanan seseorang sejak belum mengenal sebuah produk sampai akhirnya menjadi pelanggan, bahkan menjadi pelanggan setia.

Perjalanan ini tidak selalu singkat.

Ada yang hanya beberapa menit.

Ada juga yang membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Karena itulah, tugas digital marketer bukan hanya menjual, tetapi juga membantu calon pelanggan melewati setiap tahap perjalanan tersebut.


Tahapan Customer Journey

Secara sederhana, Customer Journey terdiri dari beberapa tahap berikut.

1. Awareness (Mengenal)

Di tahap ini, orang baru mengetahui bahwa ada sebuah produk atau solusi.

Contohnya:

  • Melihat video TikTok.
  • Membaca artikel blog.
  • Melihat postingan Instagram.
  • Menonton YouTube.

Tujuannya bukan langsung jualan.

Tetapi membuat orang sadar bahwa produk atau masalah tersebut memang ada.


2. Interest (Mulai Tertarik)

Setelah tahu, mereka mulai penasaran.

Mereka mulai mencari informasi lebih lanjut seperti:

  • Harga.
  • Spesifikasi.
  • Manfaat.
  • Cara penggunaan.

Di tahap ini, konten edukasi sangat berperan.


3. Consideration (Mempertimbangkan)

Calon pelanggan mulai membandingkan.

Misalnya:

  • Yamaha atau merek lain?
  • Lebih cocok tipe A atau tipe B?
  • Cash atau kredit?
  • Beli sekarang atau nanti?

Mereka membaca review, melihat testimoni, dan bertanya kepada teman.


4. Purchase (Membeli)

Kalau semua keraguan sudah terjawab, barulah terjadi pembelian.

Ini bukan karena iklannya paling bagus.

Tetapi karena pelanggan merasa yakin.


5. Loyalty (Menjadi Pelanggan Setia)

Perjalanan tidak berhenti setelah transaksi.

Pelanggan yang puas bisa:

  • Membeli lagi.
  • Merekomendasikan ke orang lain.
  • Memberikan ulasan positif.
  • Menjadi pelanggan setia.

Inilah alasan kenapa pelayanan setelah penjualan juga sangat penting.


Kenapa Customer Journey Penting?

Banyak bisnis gagal bukan karena produknya jelek.

Tetapi karena hanya fokus pada tahap penjualan.

Padahal banyak calon pelanggan masih berada di tahap mengenal atau mempertimbangkan.

Kalau langsung diberi promosi terus-menerus, mereka justru bisa merasa terganggu.

Dengan memahami Customer Journey, kita bisa membuat konten yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.


Contoh Customer Journey Sederhana

Misalnya seseorang ingin membeli motor baru.

Hari pertama, dia melihat video tentang motor irit BBM di TikTok.

Besoknya, dia mencari artikel tentang kelebihan motor tersebut.

Lalu dia menonton review di YouTube.

Beberapa hari kemudian, dia datang ke dealer untuk melihat langsung.

Setelah berdiskusi dengan keluarga dan menghitung cicilan, akhirnya dia membeli.

Perjalanan itu bisa berlangsung seminggu, sebulan, bahkan lebih lama.

Semua konten yang dia lihat selama perjalanan tersebut ikut memengaruhi keputusannya.


Jenis Konten untuk Setiap Tahap

Supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh konten yang cocok.

Awareness

  • Artikel blog.
  • Video pendek.
  • Infografis.
  • Konten edukasi.

Interest

  • Tips.
  • Perbandingan produk.
  • FAQ.
  • Penjelasan fitur.

Consideration

  • Testimoni pelanggan.
  • Studi kasus.
  • Review mendalam.
  • Simulasi biaya.

Purchase

  • Promo.
  • Cara pemesanan.
  • Informasi pembayaran.
  • Kontak admin.

Loyalty

  • Tips penggunaan.
  • Panduan perawatan.
  • Program loyalitas.
  • Layanan purna jual.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Banyak pemula langsung membuat konten jualan setiap hari.

Padahal audiens belum tentu siap membeli.

Kesalahan lainnya adalah:

  • Tidak memberikan edukasi.
  • Tidak menjawab pertanyaan pelanggan.
  • Tidak membangun kepercayaan.
  • Mengabaikan pelanggan setelah transaksi.

Akibatnya, penjualan menjadi sulit berkembang.


Tips Memahami Customer Journey

Kalau kamu baru belajar digital marketing, coba lakukan beberapa hal berikut.

  • Posisikan diri sebagai pelanggan.
  • Catat pertanyaan yang sering muncul.
  • Buat konten untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  • Jangan hanya fokus pada promosi.
  • Bangun hubungan dengan audiens secara konsisten.

Semakin baik kamu memahami perjalanan pelanggan, semakin mudah membuat strategi pemasaran yang efektif.


Penutup

Customer Journey mengajarkan bahwa proses membeli tidak terjadi dalam satu langkah.

Orang perlu mengenal, percaya, mempertimbangkan, lalu akhirnya memutuskan membeli.

Karena itu, digital marketing bukan hanya soal membuat iklan, tetapi juga menemani calon pelanggan di setiap tahap perjalanan mereka.

Pada materi berikutnya, kita akan belajar bagaimana membuat konten yang sesuai dengan setiap tahapan Customer Journey agar peluang mendapatkan pelanggan menjadi lebih besar.


Rekomendasi Artikel Pilar

Sebelum mempelajari strategi pemasaran yang lebih jauh, jangan lewatkan artikel pilar Belajar Digital Marketing dari Nol dalam 26 Hari agar pemahamanmu lebih terstruktur dari dasar hingga praktik.



No comments:

Post a Comment