Pernah bikin konten yang sebenarnya informasinya bagus, tapi kelihatannya kurang menarik?
Atau sudah punya ide, tapi begitu masuk ke aplikasi desain malah bingung harus mulai dari mana?
Tenang. Membuat desain konten yang enak dilihat sebenarnya tidak harus jago desain.
Untuk mulai membuat konten di media sosial, kamu cukup memahami beberapa dasar sederhana seperti warna, tulisan, ukuran, jarak, dan susunan elemen.
Yang penting bukan desainnya harus ramai.
Justru, semakin sederhana desainnya, biasanya semakin mudah orang memahami pesan yang ingin kita sampaikan.
Apa Itu Desain Konten?
Desain konten adalah cara kita menyusun informasi secara visual agar lebih mudah dilihat dan dipahami oleh audiens.
Contohnya:
- Postingan Instagram
- Thumbnail video
- Infografis
- Poster digital
- Carousel
- Story media sosial
- Banner artikel
- Cover konten
Desain bukan sekadar membuat konten terlihat cantik.
Tujuan utamanya adalah membantu pesan sampai kepada orang yang melihatnya.
Misalnya kamu ingin membuat konten dengan judul:
"5 Kesalahan Pemula Saat Membuat Konten"
Kalau seluruh tulisan dibuat kecil, warnanya terlalu banyak, dan semua elemen berukuran sama, orang akan kesulitan menentukan bagian mana yang harus dibaca terlebih dahulu.
Sebaliknya, kalau judul dibuat lebih besar, informasi disusun rapi, dan ada ruang kosong yang cukup, konten akan lebih mudah dipahami.
Itulah fungsi dasar desain.
Kenapa Dasar Desain Penting untuk Kreator?
Di media sosial, orang melihat konten dengan cepat.
Kadang hanya dalam beberapa detik pertama seseorang sudah memutuskan apakah akan berhenti melihat atau lanjut scroll.
Karena itu, desain membantu kita membuat informasi lebih mudah ditangkap.
Beberapa manfaat memahami dasar desain antara lain:
1. Konten Lebih Mudah Dibaca
Tulisan yang tersusun rapi membuat audiens tidak cepat lelah saat membaca.
2. Pesan Lebih Jelas
Desain yang sederhana membantu kita menentukan informasi mana yang paling penting.
3. Konten Terlihat Lebih Profesional
Tidak harus menggunakan desain yang rumit.
Kerapian saja sudah bisa membuat sebuah konten terlihat lebih serius dan terpercaya.
4. Identitas Konten Lebih Konsisten
Kalau kamu menggunakan gaya warna, font, dan layout yang konsisten, orang lama-lama bisa mengenali kontenmu.
5 Dasar Desain yang Perlu Dipahami Pemula
Tidak perlu menghafal teori desain yang panjang.
Untuk awal, fokus saja pada lima hal berikut.
1. Pilih Warna yang Tidak Berlebihan
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menggunakan terlalu banyak warna.
Misalnya satu desain menggunakan merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan oranye sekaligus.
Hasilnya?
Bukan semakin menarik, malah bisa terlihat berantakan.
Untuk pemula, coba gunakan:
- 1 warna utama
- 1 warna pendukung
- 1 warna untuk penekanan
Contohnya, kamu bisa menggunakan warna dasar putih, warna utama hitam, kemudian satu warna aksen untuk bagian yang ingin ditonjolkan.
Tidak perlu banyak warna untuk membuat desain terlihat menarik.
2. Gunakan Font yang Mudah Dibaca
Font yang keren belum tentu cocok untuk konten.
Kalau bentuk hurufnya terlalu unik, audiens justru kesulitan membaca.
Untuk konten edukasi, pilih font yang sederhana dan jelas.
Misalnya:
- Sans-serif
- Font dengan bentuk huruf sederhana
- Font dengan ketebalan yang cukup
Kamu juga bisa menggunakan maksimal dua jenis font dalam satu desain.
Satu untuk judul.
Satu lagi untuk isi.
Dengan begitu, desain terlihat lebih konsisten.
3. Buat Hierarki Informasi
Ini salah satu konsep yang sangat penting.
Hierarki berarti menentukan mana informasi yang harus dilihat terlebih dahulu.
Contohnya:
JUDUL BESAR
5 Kesalahan Pemula Saat Membuat Konten
Kemudian di bawahnya terdapat informasi tambahan dengan ukuran lebih kecil.
Audiens akan melihat judul terlebih dahulu, kemudian membaca penjelasannya.
Jangan membuat semua tulisan memiliki ukuran yang sama.
Kalau semuanya besar dan tebal, akhirnya tidak ada yang benar-benar terlihat penting.
4. Berikan Ruang Kosong
Ruang kosong sering dianggap sebagai bagian yang terbuang.
Padahal justru sebaliknya.
Ruang kosong membantu desain bernapas.
Bayangkan sebuah poster yang seluruh bagiannya dipenuhi tulisan, gambar, ikon, dan dekorasi.
Mata akan bingung harus melihat ke mana.
Sekarang bandingkan dengan desain yang memiliki jarak cukup antara judul, gambar, dan teks.
Biasanya desain kedua terasa lebih nyaman.
Jadi, jangan takut memberikan ruang kosong.
5. Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Informasi
Satu desain tidak harus menjelaskan semuanya.
Kalau kamu punya 10 informasi, tidak berarti semuanya harus dimasukkan ke satu gambar.
Lebih baik pecah menjadi beberapa slide.
Misalnya:
Slide 1:
5 Kesalahan Pemula Membuat Konten
Slide 2:
Kesalahan #1 — Tidak Mengenal Audiens
Slide 3:
Kesalahan #2 — Terlalu Banyak Topik
Dan seterusnya.
Dengan cara seperti ini, informasi menjadi lebih mudah dikonsumsi.
Contoh Penerapan Sederhana
Misalnya kamu ingin membuat konten edukasi dengan tema:
"Cara Membuat Caption yang Menarik"
Daripada memasukkan semua informasi dalam satu gambar, buat struktur sederhana seperti ini.
Bagian atas:
Judul utama
Bagian tengah:
Satu ilustrasi atau elemen visual
Bagian bawah:
Satu kalimat penjelasan
Contohnya:
3 Cara Membuat Caption Lebih Menarik
Kemudian:
- Mulai dengan pembuka yang relevan
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami
- Akhiri dengan pertanyaan
Selesai.
Tidak perlu menambahkan 20 ikon, 5 warna, dan berbagai macam efek.
Desain sederhana justru membuat informasi lebih mudah dipahami.
Kesalahan Desain yang Sering Dilakukan Pemula
Saat baru belajar desain, beberapa kesalahan berikut cukup sering terjadi.
Terlalu Banyak Font
Menggunakan banyak font membuat desain terlihat tidak konsisten.
Terlalu Banyak Warna
Warna yang terlalu banyak bisa membuat fokus audiens terpecah.
Tulisan Terlalu Kecil
Ingat, sebagian besar konten akan dilihat melalui layar smartphone.
Pastikan tulisan masih nyaman dibaca.
Semua Elemen Dibuat Besar
Judul, gambar, logo, dan teks semuanya ingin ditonjolkan.
Akibatnya tidak ada satu elemen yang menjadi fokus utama.
Terlalu Banyak Dekorasi
Ikon, garis, bayangan, efek, dan elemen tambahan memang bisa membantu.
Tapi kalau digunakan berlebihan, desain justru menjadi ramai.
Tips Praktis Membuat Desain Konten
Kalau kamu benar-benar pemula, gunakan aturan sederhana ini setiap kali membuat konten.
Pertama, tentukan satu pesan utama.
Tanyakan:
"Setelah melihat konten ini, orang harus ingat apa?"
Kemudian buat desain berdasarkan jawaban tersebut.
Kedua, mulai dari template sederhana.
Tidak masalah menggunakan template sebagai bahan belajar.
Pelajari bagaimana judul, gambar, warna, dan teks disusun.
Ketiga, jangan mengejar desain sempurna.
Konten yang selesai dan dipublikasikan bisa menjadi bahan evaluasi.
Daripada menghabiskan waktu berjam-jam membuat satu desain, lebih baik membuat beberapa konten lalu melihat mana yang paling nyaman dilihat audiens.
Keempat, lihat kembali dari layar smartphone.
Desain yang terlihat bagus di layar laptop belum tentu nyaman ketika dibuka melalui HP.
Sebelum dipublikasikan, coba lihat hasilnya melalui smartphone.
Perhatikan apakah judul mudah dibaca dan apakah informasi penting langsung terlihat.
Penutup
Belajar desain konten tidak harus dimulai dengan teori yang rumit.
Untuk pemula, cukup mulai dari hal-hal dasar: warna, font, ukuran tulisan, ruang kosong, dan susunan informasi.
Tujuan desain bukan membuat konten terlihat paling ramai.
Tujuannya adalah membuat pesan lebih mudah dipahami.
Semakin sering kamu membuat konten, semakin mudah kamu menemukan gaya visual yang cocok dengan akunmu.
Dan ingat, desain hanyalah salah satu bagian dari perjalanan membangun akun yang siap dimonetisasi.
Kalau kamu ingin memahami prosesnya secara lebih lengkap dari awal sampai akun siap menghasilkan, lanjutkan membaca artikel pilar tentang Akun Siap Monetisasi.



No comments:
Post a Comment